Sabtu, 20 Maret 2010

Untung atau Sial?

Hai semua!

Di postingan kali ini, gw cuma mau share cerita menarik yang gw dapet dari sebuah milis Readers Digest Indonesia yang gw ikuti. Begini ceritanya:

******

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu-satu nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata:“Wahai Pak Tani, sungguh malang nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Untung atau malang siapa yang tahu?

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda-kuda yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang-pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata:“Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Untung atau malang siapa yang tahu?”

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata:“Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Untung atau malang siapa yang tahu? “

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali.

Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh.

Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat. Beberapa hari kemudian mendapat kabar bahwa Pasukan yang dipimpin Panglima kerajaan menerima kekalahan dan semuanya mati. Orang-orang di kampung berurai air mata mendengar kabar tersebut, dan berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”.
Pak tani hanya menjawab, “Untung dan malang siapa yang tahu? “

***


Sahabat, kita manusia adalah makhluk yang lemah. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Pencipta. Apa-apa yang kita sebut hari ini sebagai “kesialan”, barangkali di masa yang akan datang adalah jalan menuju “keberuntungan” .

Maka orang-orang seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk “menghakimi” kejadian dengan label-label “beruntung”, “sial”, dan sebagainya.

Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti. Berapa banyak orang-orang sukses berawal dari kebangkrutan, anak yatim, drop out sekolah dsb.

Maka berhentilah menghakimi apa–apa yang telah terjadi , datangnya PHK, Paket Hengkang, Mutasi, bangkrut dsb . . . .yang selama ini kita sebut dengan “kesialan” , “musibah” dll , karena .. bisa jadi disitulah permulaan Anda akan menjadi DIRI Anda yang sebenarnya.. ..dan permulaan menuju KESUKSESAN.

“Hadapi badai kehidupan sebesar apapun. Tuhan takkan lupa akan kemampuan kita. Kapal hebat diciptakan bukan untuk dilabuhkan di dermaga saja.”

Hal semacam ini juga sering terjadi pada diri kita jika kita mau memperhatikannya.
Apapun yang Anda hadapi Keberuntungan Atau Kemalangan, semuanya baik buat Anda!

Kamis, 18 Maret 2010

The One And Only, Saijo

Halo semuaa..
Pada postingan kali ini, gw mau bercerita mengenai kota di mana gw tinggal dan belajar di Jepang, yaitu Saijo.
Saijo, sebenernya lebih tepat disebut kecamatan sih daripada kota, terletak di kota Higashi Hiroshima di Hiroshima Prefecture. Dalam peta di bawah ini, Hiroshima Prefecture tuh ada di bagian yang warnanya pink terang, sedangkan yang warnanya pink menyala adalah kota Higashi Hiroshima. Seperti arti namanya, (Higashi artinya timur), kota ini adanya di sebelah timur Hiroshima City, yang jadi ibukota Hiroshima Prefecture.


Nah, di dalam kota Higashi Hiroshima itu, ada beberapa kota kecil lagi, mungkin kalo di Indonesia dibilang kecamatan kali ya, misalnya aja Saijo dan Hachihonmatsu. Nah, ini peta dari kota Higashi Hiroshima.
Higashi Hiroshima ini kotanya kecil, penduduknya juga ga banyak-banyak amat, cuman 183 ribu orang (Wikipedia). Bandingkan sama Bandung yang penduduknya lebih dari 2.5 juta orang (Wikipedia). Woow, sangat kecil sekali bukan. Hehehe.. Tapi, walaupun kecil, kotanya tertata dengan baik, rapih dan nyaman untuk ditinggali. Tapi saking kecilnya, ga ada tuh yang namanya shopping mall atau tempat main di sini. Paling yang ada cuman supermarket besar doang. Pokonya kalo mau nyari hiburan ya gw main ke Hiroshima city. Agak-agak sedih juga sih.

Tempat gw belajar sekarang yaitu Hiroshima University adalah universitas terbesar di Hiroshima Prefecture. Berikut di bawah ini adalah peta dan sebagian pemandangan yang bisa dilihat di Hiroshima University.



Peta yang pertama (yang atas) adalah peta yang nunjukin lokasi Hiroshima University di Saijo, sedangkan peta yang kedua adalah peta dalemannya Hiroshima University. Dalam peta yang pertama, Hiroshima university ada di kiri bawah, yang warnanya coklat terang. Di Hiroshima University ini gw belajar di engineering faculty. Nah, engineering faculty ini di peta yang kedua (yang bawah) adanya di daerah yang dibatesin garis biru muda.

Terus di bawah ini adalah pemandangan dari Hiroshima University. Maaf gambarnya kurang bagus, habisnya gw belom sempet foto-foto yang bagus dan di internet adanya cuman ini gambar yang bagus. Ntar kalo ada yang lebih bagus lagi bakal gw post lagi deh.



Yang nggak kalah pentingnya, adalah soal objek wisata dan makanan enak! Hahahaha.. Pertama, soal objek wisata, di hiroshima prefecture ini, kebanyakan objek wisatanya adalah objek wisata yang berkaitan dengan sejarah, atau pemandangan alam. Agak boring juga sih sebenernya karena (sepengetahuan gw) ga ada tuh yang namanya amusement park atau tempat yang asik-asik buat dikunjungi di Hiroshima Prefecture ini.
Yang pertama kalo mengunjungi Hiroshima, pasti harus mengunjungi Peace Park. Di sana ada Genbaku dome, alias monumen bom atom, dan museumnya. Pemandangannya juga bagus, dan dikemas dengan bagus. Nih gambar peace park dan genbaku dome.



Sedangkan soal Miyajima, gw sebenernya udah pernah post sih tentang Miyajima, tapi gw kasih lagi gambarnya (dengan gambar gw tentunya) hahaha.. O iya, btw, menurut salah satu situs web (gw lupa nama situsnya), Miyajima adalah objek wisata ke 3 paling terkenal di Jepang.



menurut gw pribadi (sekali lagi cuman pendapat pribadi aja), sebenernya objek wisata dan pemandangan alam Jepang bagus sih, cuman ga spektakuler. Walaupun gw emang belom pernah ke Kyoto atau Nara. Gw malah bisa bilang kalo Indonesia tuh punya alam yang jauh lebih indah dari Jepang. Tapi, satu hal yang perlu kita saluti dan kita tiru adalah objek wisata di Jepang tuh dikelola dengan baik dan maintenancenya juga bagus.
Contohnya Genbaku Dome. Intinya kan sebenernya cuma bangunan yang setengah runtuh dari bom atom aja, tapi mereka bikin taman khusus, bikin prasarana-prasarana yang bagus, dan bikin museum khusus. Hasilnya? Turis dari berbagai macam negara dateng ke Genbaku Dome.
Nah, negara kita? Punya Candi Borobudur yang dulu pernah masuk 7 wonders aja sekarang keadaannya menurut gw kurang bagus dan kurang diperhatiin. Akses ke sana agak susah, dan berbagai macam masalah yang lain. Sebenernya kalo objek-objek wisata kita dikelola secara bener, gw sih yakin negara kita bisa hidup dari sektor pariwisata doang. Agak sedih juga ya..

Oke. Gw ga mau sedih berlama-lama, karena sekarang saatnya ngebahas makanan! Yeeeaaahh!! Makanan dari Hiroshima Prefecture yang terkenal sudah pasti Okonomiyaki. Di Jepang ada 2 style okonomiyaki yang terkenal, yaitu Osaka style dan Hiroshima style. Kalo Hiroshima style, bahan-bahan penyusunnya disusun membentuk lapisan-lapisan dan ditumpuk-tumpuk, sedangkan kalo Osaka style, semua bahannya dicampur. Jadi kaya mie goreng sih. Oke ini gambar okonomiyaki.


Harganya? Yah, lumayan mahal sih. Di restoran favorit gw di deket kampus, harganya berkisar dari 700 sampai 1400 yen. Mungkin kalo dirupiahin sekitar 70 sampe 140 ribu kali ya. Tapi it's worth it loh, karena emang enak! Hehe..
Selain okonomiyaki, salah satu makanan favorit gw di sini adalah Yakigaki, alias kerang bakar. Ini gambarnya.


Sebenernya yakigaki ini merupakan makanan khas dari Miyajima. Rasanya? Beuuuuhh.. Jangan ditanya! Mantep banget!!! Sumpah, kalo temen-temen ke Hiroshima, harus nyobain makanan ini. harganya? hmm.. Satu kerang harganya antara 200-300 yen alias 20 sampe 30 ribu rupiah. Walaupun rasanya enak banget, tapi kayanya kita harus hati-hati deh kalo makan ini. Soalnya kayanya kolesterolnya tinggi. Hahaha..

Oke, segitu dulu postingan gw. Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan teman-teman tentang Hiroshima Prefecture.

Pictures taken from:

Senin, 15 Maret 2010

Tak Kenal Maka Tak Sayang (dari jazz ke japanese culture)

Pepatah ini bener banget! Udah sering kejadian di hidup gw, di mana gw menjilat ludah gw sendiri. Masih segar di ingatan gw, gimana gw dulu bersikap 'commentish' alias suka ngomentarin dan mencela abis-abisan apa yang gw anggep aneh, jelek, ataupun berlawanan dengan selera gw. Padahal setelah gw bergaul lebih lama dan mengenal lebih dekat hal itu, gw jadi bisa menghargai hal itu, dan malah untuk beberapa hal jadi suka banget dan ketagihan. Ini beberapa contohnya (cuman 2 doang sih sebenernya):

PERTAMA. JAZZ. Dari gw pertama kali ngeband sampe lulus SMA, gw dulu sebel banget sama Jazz, dan entah mengapa kalo denger jazz gw jadi misuh-misuh ga jelas. Alasannya sederhana, manurut gw dulu, jazz itu cuman jadi ajang pamer skill, dan ga mementingkan harmonisasi sama sekali. Di setiap lagu jazz kan pasti ada solo instrumen tuh. Nah, ga jarang dari solo instrumen itu nada yang dimainin keluar dari nada dasarnya dan dimainin seenak hati pemain alat musiknya. Makanya menurut gw dulu jazz itu cuman jadi ajang show off skill pemainnya doang.

Tapiii, sejak gw masuk kuliah dan membentuk band kawinan, gw jadi harus dengerin lagu-lagu jazz buat referensi, karena request lagu-lagu buat kawinan kebanyakan lagu jazz. Nah, ternyata, setelah makin lama gw denger-dengerin itu lagu jazz macamnya michael buble (walaupun masih masuk jazz pop juga sih. hehe), stevie wonder, susan wong, dan lain sebagainya, gw jadi suka banget dan addicted sama jazz. Menurut gw sekarang, lewat jazz kita tuh bisa nuangin semua passion bermusik kita ke dalam lagi.

Terus, dari pandangan gw sebagai yang suka nyanyi, lagu jazz yang menantang itu merupakan suatu tantangan buat ditaklukkan. Hahaha.. Secara lagu-lagu jazz ga kaya lagu2 Indonesia jaman sekarang yang cuman pake 3 kunci doang C-G-F (haha.. ga gitu juga kali ya). Pokonya, makin susah lagunya, makin penasaran buat bisa menaklukkan lagu itu sampe gw bisa dapet semua nadanya. Bahkan boleh dikata 1/3 dari file lagu di laptop gw adalah lagu-lagu jazz, walaupun sampai sekarang gw belom bisa menikmati jazz yang pure jazz banget sih. Hehe.. Yah palingan bossas, swing, dan jenis-jenis jazz ringan lainnya.

KEDUA adalah mengenai JAPANESE CULTURE. Masih inget banget gw gimana gw dulu mencela-cela orang-orang yang belajar kebudayaan Jepang di sebuah klub di ITB (*sumpah bukan UKJ. Hahaha). Menurut gw dulu tuh mereka adalah orang-orang freak karena saking ngefans segitunya banget sama Jepang sampai-sampai mereka niru cara berpakaiannya, hapal semua artis-artisnya, dan yang menurut gw paling aneh dulu adalah mereka bikin jaket sama dengan jenis jubah yang ada di salah satu serial komik. Gw juga suka banget baca komik, bahkan dulu ga bisa tidur sebelum baca komik (*FYI, komik kesukaan gw adalah Harlem Beat, Samurai X, Offside, Conan, Naruto *yang udah ga begitu menarik sekarang, dan, the greatest of them all, One Piece), tapi tetep aja gw nganggep aneh orang-orang yang gw pikir menjadikan komik sebagai panutan hidupnya. (nih gw kasih gambar One Piece sebagai bonus. Hahaha.. Apa coba..)



Ternyata? Sekarang gw ditempatkan oleh Tuhan di Jepang. Setelah gw menetap di sini 6 bulan, gw mulai bisa mengerti dan memahami kebudayaan mereka di sini. Gaya berpakaian orang Jepang yang dulu gw hina-hina abis juga sekarang sudah mulai gw hargai. Mereka emang tahunya yang keren ya begitu itu, dan ternyata ga semuanya jelek juga kok. Mungkin mereka kalo ke Indonesia juga mikir "ini orang Indonesia kok ga gaul abis ya? Kampung semua gini gayanya". Hahahaha.. Semoga ga kaya gitu ya. Gw sekarang malah nyesel kenapa gw ga belajar bahasa jepang dan kanji lebih awal, sehingga gw bisa menjalani kehidupan dengan lebih mudah di sini.

Selain itu, dari pergaulan gw dengan orang-orang di sini, sedikit banyak gw mulai belajar tentang kebudayaan mereka. Gimana mereka belajar, gimana mereka bekerja, gimana mereka bergaul dan sebagainya. Dari situ, mata gw mulai terbuka. Yang dulu gw cela-cela banget ternyata ga segitu jeleknya ko. Malah rasa kagum gw sama orang Jepang mulai tumbuh juga walaupun memang ada hal-hal yang kurang baik dari orang sini. Yah, namanya juga hal yang ada di dunia, pasti semuanya punya cacat dan cela. Contohnya gw, walaupun gw galak, tapi sebenernya baik hati loh. Hahaha..

Dari situ gw belajar sesuatu untuk tidak mencela sesuatu sampe gw kenal betul hal tersebut. Mungkin selama ini gw belum menerapkan apa yang dulu gw dapet di Self Insight and Awareness Training (Siaware), yaitu mencoba untuk melihat segala sesuatu dari banyak sudut pandang. Mudah-mudahan ke depannya gw mau berusaha untuk mengenal lebih dekat segala sesuatu dulu sebelum mencela hal tersebut, dan akhirnya membentuk gw menjadi pribadi yang lebih baik.

Amin.

*Walaupun tulisan ini tentang pengalaman gw, gw harap bisa berguna buat temen-temen sekalian yang udah mau membaca blog gw yang tak seberapa ini. :)

* Pictures taken from:

Rabu, 03 Maret 2010

Males - Terimakasih - Bau Ketek - Upload

Hay hay.. Lamo indak bersuo. Akhir2 ini gw shibhuk abiss.. Bayangkan dalam 1 weekend gw harus menyelesaikan 11 report!!! omaigaatt.. parah ga sih. tapiii.. hehehe. harus gw akui sebagian adalah kesalahan gw sendiri yang sering menunda-nunda kerjaan sampe akhirnya numpuk banyak banget gitu. Selesai sih selesai, tapi mungkin kalo gw kerjainnya nyicil, hasilnya bisa lebih bagus lagi kali ya.

Entah mengapa akhir2 ini tuh gw malaaaaaasss sekali. Kalo udah pegang komputer dan internetan, 3 jam pun ga kerasa. Akhirnya rencana pengen ngerjain tugas dan belajar 3 jam, jadi cuman setengah jam. Parah banget ya?? Ke mana perginya semangat dan energi gw yang produktif abis waktu jaman2 PLO dulu?? Atau jangan-jangan.. Gw emang harus selalu diingetin buat kerja kerja dan kerja. Karna dulu kan gw liat semua temen gw pada sibuk kerja kan tuh, ga mungkin dong gw bermalas-malas ria. Apalagi dulu pas PLO yang namanya grup consulting ANTZ tuh selalu bikin stress karena jauuuuhh sebelom hari pengumpulan tugas mereka udah selesai. iiiiiihhh.. *hahahaha. sirik aja gw ya.

Tapi kalo iya gw emang orang yang harus diingetin terus buat kerja dan belajar, gaswat juga niii.. Teman2 ada ide buat kita bisa rajin dengan sendirinya? hahaha.. zahi shiritai desu (pengen tahu banget gw)! OKEH! Mulai sekarang gw janji pada diri gw sendiri akan berusaha lebih rajin dan ga menunda-nunda tugas lagi! yeaahh..

Anywaaayy,, di kesempatan yang sepesial (pake telor) ini, gw mau mengucapkan terimakasih yang sebesaaaar besarnya buat ketiga sahabat gw yaitu Aat, Inu dan Rere. Kirimannya udah nyampeeeee.. Makasih yaaaa..

Lihat pada gambar di bawah ini, WOW! Aat mengirimi gw minyak kayu putih, Antangin dan Rexona. 3 senjata andalan. hahaha. Kalo minyak kayu putih dan Antangin ya udah pasti ga dijual (kalo ada pun paling sedikiiiit banget) di Jepang lah ya, tapi kenapa di Jepang, negara yang begitu maju ini, tidak menjual satupun Rexona?????? Apakah cowok-cewek di sini tidak merasa membutuhkannya? eemmmm.. berarti ketek orang Jepang bau bau dooonggg.. IYYYYUUUUUHHH.. Gw aja kalo ga make rexona kayanya risih gimanaa gitu. haha. Sekali lagi makasih banyak ya At! Ntar pasti gw bayar. hahaha.


Kemudiaaan.. Pada gambar di bawah ini adalah pemberian sahabat sekaligus tante gw kalo di adat batak, yaitu Rereeee... Trimakasih Rereeee.. Dia tau aja kalo di sini gw tambah murtad, jadi ngasihnya buku-buku rohani. Hahaha. Gw doain semoga TA lo cepet selesai ya re. Ayo, ayo! Shemhanghat!!!


Kemudiaaaann.. pada gambar di bawah ini adalah hadiah ulang tahun dari sahabat saya yaitu Inuuuu!!! Terimakasih Inuuu.. Lihat, Inu membuat sendiri hadiah ulang tahunnya untuk saya. Terharu loh!!! Udah gw pajang di kamar nu. Makasih sekali lagi ya. Semoga anda diterima bekerja di tempat yang terbaik yang direncanakan Tuhan buat anda!


Btw, tadi untuk pertama kalinya dalam 5 bulan gw makan Indomie Goreng!!! Woow, it just tasted like heaven! (Sumpe bukan promosi. hehe). Habisnya gw bosen makan ramen dan udon sini yang rasanya begitu-begitu aja. Ntar kalo gw pulang bentar ke Bandung mau beli yang banyak buat bekel aaahh.. Hahaha.

Hari-hari terakhir ini gw juga belajar sesuatu. Yaitu : JANGAN MENGUPLOAD VIDEO KALO ANDA BELOM MENGECEK MENIT DEMI MENIT DARI VIDEO ITU (walaupun anda ada dalam video itu). Jadi begini ceritanya, gw mengupload video tentang kenangan bersama anak2 satu angkatan gw pas kuliah di ITB dulu ke salah satu situs akses bersama video yang terkenal banget, sampe masuk 5 besar situs yang paling sering dikunjungi di dunia. Nah, terus ternyata gw dikasitau oleh temen gw si X bahwa di video itu ada adegan mengenai si Y yang kurang pantes dilihat oleh umum. Wah, gw jadi merasa ga enak hati nih. Maksud hati mau mengenang kebersamaan, malah jadi bikin susah orang. Sumpah sebelumnya gw ga nyadar kalo ada adegan itu. Kalo ga dibilangin sama si X, pasti ga akan nyadar selamanya deh. Segeralah gw hapus video itu dari situs tersebut. Hhh.. Lain kali gw mau ngupload video gw sendiri (bener2 sendiri) doang ah ke situs itu. Siapa tahu bisa terkenal kaya Justin Bieber. Whahahahahaha.. Mimpi abis.

Btw, sebenernya ada yang pengen saya post lagi tentang hal-hal yang agak kurang berkenan di saya waktu menjalani kehidupan di Saijo Hiroshima ini. Habis kayanya postingan saya yang kemaren-kemaren tuh tentang sisi bagusnya Jepang melulu. Kan biar imbang gitu. Ada positifnya, ada negatifnya. Di dunia ini juga ga ada satu hal yang bagus melulu ga ada jeleknya. Betul? Btw, bukan maksud ngejelek-jelekin loh, cuman mengutarakan apa yang gw rasain aja selama hidup di sini.

Well, yang pasti ntar2 aja gw post kalo lagi senggang, soalnya sekarang udah hampir jam 1 malem. Besok ada company visit jam setengah 9. *terus kenapa? hehe.

Jya ne, mata!

Nb: My deepest condolences for political situation in Indonesia. Yang didemo dan yang demo sama2 ga punya malu. Menurut gw lho yaaa..



Sabtu, 13 Februari 2010

日本型ものづくり- 3 日本経済とものづくり


Economy of Japan experienced a change from agriculture-based country into an industrial-based country. This change was started from the light industry, and gradually towards heavy and chemical industries. This change requires three elements, namely land, labor and capital.

After defeated in World War II, Japan had lost its land, namely land of Japan`s colonies in Asia, as well as capital. Therefore, Japan made efforts to revive the economy such as: for the land sector, Japan tried to do the reclamations of land it owned to build the factories. However, this did not work a lot. In terms of capital, Japan tried to make capital acquisitions to assemble his capital to rebuild its economy. In the case of labor, which was the only Japan owned at the time, Japan did a lot of labor absorption of rural areas to work in urban areas.

Around the year of 1955, Japan has managed to restore the economy back as the pre-war period. So, it was declared no longer as post-war period, because the economy is back as before the war. In 1960, the government announced a doubling income plan. The program aims for Japan to double its income around 7.2% each year, so that in 10 years, Japan income would be doubled compared with that time. The period is also called the golden egg, in which many fresh graduates from high school got to work in factories in larger cities.

As mentioned earlier, Japan experienced a shift from the state of agriculture-based country to the light industry finally to the state of heavy and chemical industry-based country. This also would result in economic shift from a labor intensive, land intensive, and eventually become capital intensive country.

To support this change, Japan made some policies, particularly those relating to industry. In the case of imports, Japan had gradually made the substitution of products imported and slowly reduced its import. With these policies, the state-owned property remained in the country. Also reducing imported products circulating in the country will simultaneously stimulate the local industry to continue to grow. With the growth of the domestic industry, the exports can be increased, so that will add the income received by Japan.

In the case of exports, Japan made several policies, namely neutral policy, increasing exports and labor intensive products. These regulations are set in such a way that Japan wanted to become export-based countries. Then Japan also conducts policy hollowing out the industry to encourage foreign investment and stimulate local production.
In addition to the policy in terms of exports and imports, Japan had also continued to globalize its product, sales and management. With globalization, Japan can do production overseas, and can increase the exports of foreign countries.

Jumat, 12 Februari 2010

Short Getaway

Lupakan semua beban pikiran, ayo kita joget dulu..



Rabu, 10 Februari 2010

Hidup Adalah Anugerah

[taken from readers digest Indonesia mailing list]

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar,
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan
seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan
seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah
akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan
seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak
mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang
membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan
orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh, Ingatlah
akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Ingatlah akan
para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa
tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan
Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, Pasanglah senyuman di
wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada
di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan
isilah itu.

NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG
LAGI !